Wednesday, January 16, 2013

HP Seharga 2,5jt Dicuri Semalam, Masih Dicicil Lagi!

Semalam rekan kerja kehilangan HP. Belum lunas cicilan lagi. Namun, itulah sebuah konsekuensi yang harus ditelan. Padalah hari-hari sebelumnya, pun dia kehilangan STNK, SIM dalam kamar kos. Sudahlah, jangan bersedih, kawan. Toh, memendam kesedihan sama saja menabur kekecewaan dalam hati. Ikhlaskan saja. Saya tahu, HP adalah kebutuhan primer, ada keperluan yang mendesak, info terbaru dari kabar teman-teman harus ditanyakan, tetapi, sekali lagi, kita harus menerima keadaan.

Koreksi diri sendiri dulu, siapa tahu ini merupakan efek dari dosa-dosa yang kita lakukan. Teringatlah saya pada tahun 2011, peristiwa sama saya alami, tas ditaruh di dekat kasir, saya tutup dengan rapat. Loh, beberapa menit saya kembali mengecek keberadaan HP, -qaddarulloh-, hilang sudah! Huft. Baru 2 pekanan saya beli, uang kumpulan insentif per-shift yang menjadi asalnya, harus hilang.

Untungya ibu saya bukan bawaan pemarah. Tetap mengatakan, "Sudahlah, mau diapakan jika sudah terjadi.." Saya tahu, ibuku sangat kecewa karena pada saat itu, ibuku yang menemani pergi berbelanja HP. Barokallohu fik.

Kemudian, saya mengevaluasi diri sendiri, "Mungkin banyak dosa menempel pada diri ini dalam memungsikan HP yang hilang itu."

Itulah kata-kata "sadar" yang kerap saya ucapakan saat teringat HP yang hilang.

Kawan, ucapkanlah kata-kata di atas, setidaknya bisa menenangkan diri. Kita adalah makhluk yang lemah, janganlah memperlemah diri lagi. Masih banyak "badai" di depan mata. Bersyukur saja, kita semua masih memiliki manisnya "iman", apa jadinya jika "keimanan" itu pergi juga? Alhamdulillah, hal itu masih ada di sanubari kita. Jagalah itu, karena itu lebih berharga ketimbang HP.

4 Februari 2012

0 comments:

Post a Comment

Silahkan diisi, komentar Anda sangat membangun: بارك الله فيك