Alhamdulillah, Web Kusnandar Putra Launching

Alhamudlillah, web terbaru Kusnandar Putra sudah diterbitkan. Semoga bisa memberikan kebaikan.

Monday, December 31, 2012

Download Buku Gratis Kusnandar Putra

بِسْمِ-اللهِ-الرَّحْمنِ-الرَّحِيم Bagi sahabat-sahabat yang baru berkunjung ke rumah ini... Silahkan ambil buku-buku ini (gratis), langsung diklik saja: http://guru-indonesia.net/admin/file/f_16259_IniCintaAyah.zip            http://guru-indonesia.net/admin/file/f_16259_BahteraKitaAman,Sayang!.zip http://guru-indonesia.net/admin/file/f_16259_CatatanHarianSeorangIkhwa.zip http://guru-indonesia.net/admin/file/f_16259_SiapaBilangOrangBodohTidakBisaFisika.rar http://guru-indonesia.net/admin/file/f_16259_Mengapayaa.rar http://guru-indonesia.net/admin/file/f_16259_ParaSahabat&Sahabiyah.rar http://guru-indonesia.net/admin/file/f_16259_Skiripsi.rar http://guru-indonesia.net/admin/file/f_16259_SegenggamHarapuntukAnakKita.rar...

Penulis Mendebat "Penulis" [Ronde III]

Lanjutan dari Ronde II: Dari beberapa kekeliruan "berwajah" motivasi penulisan, adalah: 1.3. Butuh Latar Belakang Penulis untuk Menjadi Penulis Memang, penulisan adalah wacana yang kerap diperbincangkan, hingga beberapa konsumen naskah "terkagum-kagum" dengan penulis, seolah-olah mereka mengatakan, "Wah, hebat sekali penulis ini, pasti dari keturunan penulis." Apakah betul demikian? Menulis itu hasil gen kembar dari "atas"? Kalau kita berpijak dari semua penulis hingga saat ini, sebagian kecil saja yang memiliki keturunan penulis....

Penulis Mendebat "Penulis" [Ronde II]

Luar biasa, pasca menurunkan tulisan Penulis Mendebat "Penulis" [Ronde I], saya mendapatkan aroma baru dalam pentas perdebatan ini, ada yang mengoreksi napak tilas huruf-huruf saya, ada pula "memantulkan" kembali wacana 'menuls itu ibadah', dan itu semua kembali kepada ucapan "jazakumullohu khoir" bagi mereka. Sekarang kila lanjut ke ronde ke-2. Namun, saya sedikit sanggah dulu komen-komen yang jatuh di tenda saya, 1. Seorang kawan yang tericinta memberi komentar pada Ronde I kemarin, "..ejaan dan cara penulisannya mungkin baiknya diperhatikan...

Penulis Mendebat "Penulis" [Ronde I]

Sempat mempublish perkataan, insya Alloh akan menulis naskah "Penulis Mendebat Penulis" pada layanan FB. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, saya akan menggodok sisi "keliru" dari proses kepenulisan, yang dipelopori oleh aneka ragam buku kepenulisan, how to kepenulisan. Mari kita lihat dari persepsi yang beragam: 1. Motivasi Uluran motivasi para penulis senior kepada "generansinya" memang perlu, tetapi tidak dengan ajakan "keliru". Yang kerap kali menanam saham pemikiran, namun yang tertanam adalah pohon "racun" kepenulisan. Ini yang...

Warisan para Facebookers "is" Tulisan Sehat

"Tulisan adalah pengusung peradaban. Tanpa tulisan, sejarah menjadi sunyi, ilmu pengetahuan lumpuh, serta pikiran, dan spekulasi mandek." Tinggi dan majunya peradaban suatu bangsa selalu ditandai atau linear dengan produktivitas menulis. Kemajuan peradaban Yunani, Islam, India, dan Cina disebabkan keterkaitan mereka dalam kelanjutan semangat dan distribusi ilmu pengetahuan. Dengan kata lain, keterkaitan budaya. Yunani merupakan peletak dasar yang menempatkan tulisan sebagai bagian dari distribusi budaya. Dengan kata lain peradaban buku...

Tidak Bisa Mengetik 10 Jari, Terbukti Anda Bukan Penulis

Apa jadinya jika hanya menggunakan 2 jari, telunjuk kiri dan telunjuk kanan! Anda sangat ketinggalan zaman, kecuali bagi mereka yang cacat fisik. Namun, saya yakin, yang melihat tulisan ini merupakan sosok sempurna dari sisi fisik. Lantas, mengapa Anda tidak bisa mengetik 10 jari? Malas belajar? Malas mengetik? Wajarlah jika Anda bukan penulis. Apalagi mau disebut facebbokers... Anda tersinggung? Alhamdulillah, itu wajar... Anda marah? Sangat bagus demi perkembangan Anda. Anda mau memukul? Janganlah.... Dosa... Maaf, saya bukannya...

Penyakit yang Sekarang, Rabun Membaca & Pincang Menulis

Jelas sekali, penyakit merupakan sosok terhindar dari setiap manusia. Apalagi sampai derat kronis. Tak ada yang mau mengidapnya. Namun, tanpa kita sadari, perlu kita ingat, penyakit itu memiliki interpretasi beragam. Maka teringatlah saya dengan perkataan Remy Sylado, yang menyimpulkan bahwa kita di zaman sekarang, apakah yang menulis sekarang ini ataupun Anda yana membaca tulisan saya, semua rata-rata mengidap penyakit kronis "Rabun Membaca & Pincang Menulis". Menarik sebenarnya kita telusuri hal ini, statement ini, apakah benar demikian...

Menulis Memang Susah

"Jika tulisan bersama air mata, maka pembaca akan menangis. Jika tulisan bersama kekecewaan, maka pembaca akan kecewa. Jika tulisan bersama gembira, maka pembaca akan gembira." Itulah beberapa teori kausalitas dalam tulisan. Sehingga tidak terkategoriakn orang yang menulis dalam keadaan "terpaksa" lalu mengharap orang membacanya dalam keadaan bersedih. Dari sekian banyak teori kepenulisan, saya lebih pro dengan motivasi "menulislah". Ketimbang tematik teknis kepenulisan. Dari motivasi penulisan, saya lebih simpatik dengan teori situasional....

Mengapa saya cemburu pada penulis yang "ini"

Baru saja, saya lupa jam tepatnya. Salah seorang rekan saya menawarkan link ke web dimana tulisannya "ia" posting. Sebagai bentuk tawaran, tentunya kita tidak boleh menolah hal itu. Pertimbangan ia kawan dan ia "invite me". Tiba di lapak tersebut. Luar biasa! Semua postingannya rerata sudah diterbikan diberbagai media massa: kompas, fajar, tribun, etc. Hanya ada 3 yang saya lihat. Salut! Subhanalloh! "Kok saya tidak seperti dia ya?" gumam diri saya dalam-dalam. Perlu Anda ketahui, ia itu "sejajar" dengan saya. Sama-sama pria. "Lah, wong...

MEMBANGUN PERADABAN KOTA MAKASSAR

"Buku adalah pengusung peradaban. Tanpa buku, sejarah menjadi sunyi, sastra bisu, ilmu pengetahuan lumpuh, serta pikiran, dan spekulasi mandek." (Barbara Tuchman) Tinggi dan majunya peradaban suatu bangsa selalu ditandai atau linear dengan produksi buku. Kemajuan peradaban Yunani, Islam, India, dan Cina disebabkan keterkaitan mereka dalam kelanjutan produksi dan distribusi ilmu pengetahuan. Dengan kata lain, keterkaitan budaya. Yunani merupakan peletak dasar yang menempatkan buku sebagai bagian dari distribusi budaya. Dengan kata lain...

Mana Tetesan Air Mata di Tulisanmu, Wahai Penulis!

Baru saja terpikir, mengitip beberapa apresiasi tulisan kawan-kawan. Entah yang telah dilirik maupun masih disimpan oleh mereka. Reaksi sebuah tulisan sangat beresiko! Bayangkan saja, komunitas Yahudi di Israel disinyalir oleh provokasi tulisan pendek. Sehingga menggerakkan massa untuk berupaya mendirikan Israel. Itulah efek sebuah tulisan. Gambaran karya. Karena itulah, tak salah seorang kawan di rapat, mengatakan Jika menulis dengan senang, maka pembaca akan senang. Jika menulis dengan marah, maka pembaca akan marah. Jika menulis...

KTI diambang Kehancuran

Lumrah bagi diri saya pribadi, melihat gemuruhnya rekan-rekan serumpun meretas kepekaan sosial. Dan itu pasti nilai positif. Ada kebutuhan, maka akan ditambah. Ada kerusakan, maka diadakan koreksi. Dan begitupun seterusnya. Salah satu peretas keadaan masyarakat kini yang menurun drastis pada segala segmen adalah Karya Tulis Ilmiah (KTI). Saya sempat membimbing adik-adik tempat PPL di sebuah sekolah. Bimbingan itu digarap sedemikain ketat alih-alih tenggang waktu semakin dekat. Sehingga konten tulisan sangat "terpaksa". Siswa diajak mencari...

Keyboar "Lembek"

Bukan hal biasa. Hal ini kerap kali disepelekan dan malas untuk digubris. Itulah menyangkut "kedudukan" keyboard. Bayangkan jika komputer tanpa keyboard, tanpa huruf-huruf QWERTY itu. Betapa melelahkannya. Kadang-kadang kita berpikirlah, membayangkan jika keyboard hanya seperti tombol HP. Hmm. Betapa rumitnya menghasilkan tulisan. Kini, kita membahas peranan keyboard dalam memobilisasi tulisan. Pertama, ketahuilah bahwa penting sekali menguasai 10 jari. Nah, malam itu, saya disapa teman. Dan kemudian itu secara tidak langsung sebagai...

Jatuh Cinta pada Komputer, Sudah Alami

Semalam merupakan saat menyentuh bagi saya. Apa itu? Sosok benda yang selama ini membantu mengekspresikan potensi, ekspresi ilmu, kini mengalami kerusakan. Dan kerusakan itu sungguh sangat memilukan diri. Betapa selama ini saya menjamahnya harus berhenti. Itulah komputer. Komputer saat semalam pemeriksaan begitu bertumpuk dengan debu. Pasalnya selama ini, dia berpenyakit. Banyak gejala yang timbul, misalnya: heng, terlalu lama mengakses internet, tidak bisa lagi meng-copy file dari tempat satu ke tempat lainnya, sungguh hal...

Jangan Jual Tulisan

Ada kabar buruk bagi para penulis! Baik yang senior maupun yang meniti puncak popularitas. Apakah itu? Jika penulis memiliki orientasi pedagang. Tidak ada yang salah, namun sangat disayangkan jika penulis menyajikan menu tulisan paksa. Apakah ada kaitan kualitas tulisan dengan gaya paksa? Jelas erat sekali kaintannya, seperti semut memburu gula. Coba bayangkan bagaimana antusias semut jika mendapat provokasi ada gula. Mereka berbondong-bondong mengaktualisasikan tenaga menuju sumber. Begitu pulalah, bagaimana kedudukan penulis terprovokasi...

Dilema Profesi: Menikahi Sesama Penulis

Dari ba'da jum'at saya menemukan ide seperti ini. Dengan dasar, dan melihat begitu banyak penulis yang masih bujangan hingga detik ini. Entah mengapa! Apakah faktor keuangan memiliki peran sehingga masih jauh menyempurnakan 1/2 agama ini. Ataukan belum ada "niat" untuk walimah. Nah, saya sangat tertarik jika mengintip sisi kehidupan para penulis bujangan ini. Sakin sibuknya menulis, hingga lupa menikah. Yang dipikir hanya menembus media. Tidak ada yang salah dari hal itu! Tp, titik fokus saya, jika faktor itu melupakan kebutuhan "sunnah" ...

Derajat 'Perpustakaan' di Toilet Rumah Kita

"Seperti pernah dikutip Koran Tempo, survei Imperial Cancer Research Fund (ICRF) menunjukkan bahwa, 4 dari 10 orang memilih toilet sebagai tempat favorit untuk membaca. Pria menjadi pemilih terbanyak, 49 persen. Wanita hanya 26 persen." (Harefa, Andrias, 2010: 166). Suatu ketika pula, saya menulis di Wall FB. Kira-kira seperti ini: Andaikan perpustakaan ada di WC. #Pikiran Gila Hebohnya rekan menimpali: Benar-benar gila Nah, kali ini saya coba mengangkat ucapan itu, apakah ada penjelasan lain terkait seseorang yang menggunakan...

Dengarkan Ini, "Jangan ke Toko Buku!" Sekali Lagi, "Jangan ke Toko Buku!"

Siang mengejar sore kemarin, sempatkan diri ke toko buku yang ada di Makassar, namun ada kekeliruan pada saya karena tidak menakar orientasi pembelian di sana nanti. Perjalanan dengan menggunakan pete-pete (baca: transportasi Makassar) sekitar 30 menit. Tiba dengan seleksi ketat, bayangkan saja tas yang hanya taksiran 500 mg, menuntut pemeriksaan ketat [baca: awas bom di Mall]. Inilah salah satu produk di negara tercinta kita, dan hal ini tentunya harus mendapatkan apresiasi masyarakat. Menimbang masih banyak oknum "samar" menrajalela di...

Berhentilah Membaca, Maka Anda Akan Menjadi Penulis

Sudah sekitar 6 bulan, saya bersama rekan-rekan kampus memelihara kestabilan minat menulis generasi "penulis". Namun, titik balik atau dampaknya masih belum terlihat maksimal. Betul, sudah ada beberapa memposting tulisan. Namun, di mata saya itu tidak maksimal. Mengapa? Karena menulis sebatas kebutuhan. Bukan kewajiban. Kewajiban yang saya maksud, pasti bukan terminologi agama. Bahwa jika dikerjakan mendapat pahala dan jika dilewatkan mendapat dosa. Sekali lagi bukan! Kewajiban adalah jika tulisan dimanfaatkan sebagai mobilisasi data-data...

Bacalah Buku dari Belakang ke Depan, Temukan Apa yang Terjadi

Dari sebuah buku, akan nampak ada percikan kata-kata membangun yang kemudian membuat seseorang bisa 'berubah'. Itulah tendensi semua penulis buku. Tinggal pertanyaan, perubahan apa yang diharapkan? Apakah para penulis buku itu menggiring ke jalan yang lurus atau jalan yang miring? Semua sudah ada di depan kita. Buku-buku sudah membanjiri negeri ini. Mulai dari konten islamiy hingga buku duniawi. Telah cukup bagi kita apa yang tertata di lemari buku. Terlihat puluhan bacaan menghiasi ruangan itu. Paling tidak, ada buku dijejali mengisi...